Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GOOGLE CLASS FORM MEET UNTUK BDR

 

GOOGLE CLASS FORM MEET UNTUK BDR

Dampak Virus Corona SARS-CoV-2 pada Pendidikan


Google Class Form Meet Untuk BDR

Virus Corona SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit mematikan, COVID-19 dengan angka kematian antara 2-3%. Ini telah menciptakan malapetaka karena telah melanda seluruh dunia, dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO. Penguncian yang telah diberlakukan di hampir semua negara untuk menyelamatkan warganya dari infeksi mematikan telah menimbulkan korban, menghancurkan ekonomi. Penyakit ini bahkan tidak luput dari negara-negara Eropa maju, apalagi negara-negara Afrika yang terbelakang dan negara-negara Asia berkembang. 


Pekerjaan pertama dan terpenting di tangan pemerintah bukanlah untuk menyelamatkan rakyatnya dari infeksi dengan memberlakukan lockdown dan social distancing saja, tetapi juga untuk mengatasi lockdown untuk menyelamatkan ekonomi. Pemerintah India tidak terkecuali. Perekonomian India sudah melewati resesi dan para ahli mengatakan bahwa ekonomi sedang menuju depresi bahkan sebelum munculnya virus korona. COVID-19 telah memberikan pukulan telak bagi perekonomian. Akan sulit untuk keluar dari situasi dan depresi ini setelah penguncian selesai.


Dengan latar belakang pandemi seperti itu, jelas bahwa sektor pendidikan akan menderita di semua negara seperti banyak sektor lainnya. Sistem pendidikan India sangat terpengaruh oleh masuknya penyakit dan juga karena tindakan jarak sosial yang diambil untuk mencegah penyebaran penyakit. Tindakan terakhir dari pihak pemerintah Pusat adalah memberlakukan penguncian di seluruh negeri.


Bahkan sebelum penguncian diberlakukan pada minggu ke-3 bulan Maret 2020, pemerintah negara bagian dalam kapasitasnya masing-masing menyatakan sekolah dan perguruan tinggi serta lembaga pendidikan lainnya ditutup untuk jangka waktu tertentu mulai pertengahan Maret. Penutupan diperpanjang untuk beberapa waktu lagi dan akhirnya penguncian diumumkan. Dengan demikian sistem pendidikan terhambat selama satu setengah bulan terakhir. Ini tentang kelas reguler di lembaga pendidikan. Tepat sebelum penguncian penuh, penerbangan internasional dilarang meninggalkan dan memasuki negara, sehingga membatasi orang untuk pergi ke luar negeri untuk menghadiri seminar internasional terjadwal, lokakarya dan juga mengunjungi universitas asing untuk mengambil dan memberi kelas dll. Ini diikuti dengan pembatalan. 


Penerbangan nasional dan domestik juga mengakibatkan orang tidak dapat mengunjungi tempat-tempat untuk tujuan pendidikan bahkan di dalam negeri. Akhirnya dengan lockdown, kereta juga berhenti berjalan dan dengan demikian jadwal seminar dll harus dibatalkan di semua tahapan, seperti nasional, negara bagian dan regional, bahkan lokal. Bukan hanya seminar yang dibatalkan, bahkan mengunjungi lembaga pendidikan untuk keperluan lain pun harus ditunda, misalnya mengambil viva untuk skripsi, proyek dll dan untuk keperluan administrasi lainnya.

Sistem pendidikan sekolah menggambarkan gambaran yang suram. Ada banyak jenis sekolah di negara ini: sekolah negeri, bantuan pemerintah, swasta yang dijalankan oleh misionaris dan juga yang dijalankan oleh perwalian publik dan swasta.


Selain kesenjangan ekonomi dan kesenjangan desa-kota, ada juga kesenjangan bahasa. Di sini sekali lagi muncul aspek kesenjangan digital: sebagian besar siswa miskin tidak memiliki akses ke ponsel cerdas, dan bahkan jika mereka memilikinya, konektivitas internet buruk dan konten sering tidak tersedia dalam bahasa daerah. Hal ini menimbulkan diskriminasi dalam akses pendidikan.


Download Soal Latihan UKG SMA SMK Terbaru


Saat ini banyak sekolah di daerah perkotaan mengadakan kelas online, sedangkan sebagian besar sekolah di pedesaan tidak. Anak-anak yang masih sangat kecil tidak dapat belajar melalui proses online karena mereka tidak dapat menangani komputer atau ponsel. Di banyak rumah tangga, tidak ada komputer, dan di banyak rumah, anak-anak juga tidak diperbolehkan menggunakan ponsel pintar. Kedua masalah ini ada tanpa memandang kelas. Oleh karena itu, kesenjangan digital di tingkat sekolah mengarah pada kesenjangan antara si kaya dan si miskin.


Download Tutorial Google Class Form Untuk BDR

Disini Mas-Wans akan memberikanpanduan singkat mengenai Pemanfaatan Google Class-Form-Meet untuk Pembelajaran Daring atau yang biasa kita sebut (BDR).

Mas-Wans Sudah Mengemas Panduan Pembelajaran Daring yang didapatkan dari satu kenalan dan sekaligus teman blogger MUHIBUDDIN, S.PD Seorang Guru Kimia SMAN 1 KLUET TIMUR ACEH SELATAN.


Link Download dibawah



Posting Komentar untuk "GOOGLE CLASS FORM MEET UNTUK BDR"

Berlangganan via Email